7 Hal Penting tentang Kanker Serviks
Kanker serviks merupakan salah satu penyakit yang cukup menakutkan saat ini. Tidak banyak orang yang selamat saat terserang penyakit ini, apa lagi jika sudah memasuki stadium akhir. Bisa dibilang, penyakit ini menjadi pembunuh nomor satu bagi kaum hawa Indonesia. Korbannya pun tidak pandang bulu, semua kalangan dapat terjangkiti. Padahal, jika penyakit ini dapat diantisipasi lebih dini, pengobatannya akan lebih mudah dilakukan dan mempunyai peluang besar untuk sembuh. Kurangnya pemahaman tentang kanker ini menjadi penyebab utama banyaknya orang yang menjadi korban. Nah, untuk mengantisipasi semua itu, berikut ini beberapa hal penting yang wajib Anda ketahui terkait kanker serviks.
Di dalam serviks wanita, kemungkinan terdapat sel-sel serviks yang abnormal. Keabnormalan sel ini biasanya disebabkan adanya infeksi HPV. Sel serviks abnormal ini bisa jinak, namun juga bisa ganas tergantung dari jenis HPV. Cara paling efektif untuk mengetahui ganas tidaknya sel adalah dengan tes pap. Dengan tes ini akan diketahui hadirnya sel serviks yang ganas. Jika memang ada, akan dilakukan tes selanjutnya. Tes pap pertama wajib dilakukan wanita pada usia 21 tahun. Setelah itu, pengecekan terus dilakukan sesuai usianya.
2. HPV Merupakan Penyebab Kanker Serviks
HPV atau Human Papilloma Virus merupakan penyebab utama seseorang terjangkit kanker serviks. Namun begitu, tidak semua HPV berpotensi menjadi kanker. Sebagian besar infeksi dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, beberapa infeksi dapat menyebabkan kanker, terutama jika melakukan kontak fisik secara seksual dengan orang yang terinfeksi HPV ganas.
3. Kanker Serviks Bisa Dikarenakan Faktor Genetik
Pada umumnya, jika ibu atau saudara perempuan mengidap kanker serviks, Anda juga akan mempunyai peluang dua hingga tiga kali lebih besar terjangkit kanker serviks. Hal ini kemungkinan disebabkan adanya kecenderungan untuk saling berbagi.
4. Wanita Usia Lebih dari 50 Tahun Berisiko Lebih Besar Terkena Kanker Serviks
Hal ini terjadi dikarenakan banyak wanita yang sebenarnya sudah sejak lama mengidap kanker, hanya saja tidak pernah dideteksi. Akibatnya, mereka baru mengetahuinya ketika berusia lebih dari 50 tahun dengan stadium lanjut. Selain itu, ada beberapa yang juga semakin menambah risiko seseorang terjangkit serviks, antara lain merokok, diet rendah sayur dan buah, adanya infeksi Chlamydia, penggunaan pil KB dalam waktu lama, dan mengalami obesitas.
5. Vaksin HPV Hanya untuk Mencegah, Bukan Mengobati Kanker Serviks
Sebenarnya, kanker serviks dapat dicegah jika diketahui sejak dini. Biasanya, vaksin HPV sudah cukup untuk menumpas infeksi HPV sehingga tidak telanjur menjadi kanker serviks. Namun, jika infeksi sudah mencapai tahap kanker, vaksin tidak akan berfungsi apa pun. Oleh karena itu, pendeteksian sejak dini terhadap serviks Anda wajib dilakukan.
6. Kanker Serviks Dapat Melepaskan Diri
Banyak orang yang sudah melakukan operasi organ yang terdeteksi terkena kanker, namun ternyata sel kanker telah menyebar ke organ lain. Hal ini tidak mengherankan. Sebab, sel kanker memang dapat melepaskan diri dari tumor jinak dan “berjalan-jalan” ke organ lain melalui pembuluh darah. Oleh karena itu, rutin melakukan pap smear merupakan cara terbaik untuk mencegah kanker yang “bertamasya”.
7. Kanker Serviks Dini Tidak Memiliki Gejala, Namun Dapat Disembuhkan
Sebenarnya, kanker serviks akan dengan mudah disembuhkan jika ditemukan sejak dini. Sayangnya, saat masih dini, tidak muncul gejala yang dirasakan penderita. Tak heran jika banyak wanita yang merasa tenang meskipun sebenarnya terdapat kanker serviks dini di dalam tubuhnya.
Itulah beberapa hal yang perlu Anda ketahui terkait kanker serviks.
Comments
Post a Comment