5 Mitos-Mitos Kesehatan yang Tidak Perlu Dipercaya
Mitos-mitos kesehatan sangatlah banyak beredar di masyarakat. Banyak anjuran untuk menjaga kesehatan yang tampak mudah dan masuk akal, sehingga masyarakat langsung percaya begiru saja tanpa mencari informasi kebenarannya. Padahal, semua anjuran tersebut tidak semuanya benar. Bahkan, jika dikaji secara ilmiah, jelas hanya berupa mitos yang tidak berdampak pada kesehatan itu sendiri. Sayangnya, tidak semua masyarakat menyadarinya. Nah, sebagai salah satu masyarakat yang cerdas, cermati beberapa mitos kesehatan berikut ini yang tidak perlu lagi Anda percayai.
Karena termakan promosi yang beredar di pasaran, masyarakat sangat percaya bahwa menggunakan hand sanitizer dapat menggantikan fungsi air dan sabun. Alasan kepraktisan menjadi unggulan dalam penggunaan produk ini. Padahal, pada kenyataannya, tidak semua kuman di tangan dapat mati hanya dengan menggunakan hand sanitizer. Hal ini telah dikaji dalam sebuah penelitian. Untuk beberapa kuman hanya dapat mati dan hilang dengan menggunakan air dan sabun.
2. Melakukan Diet Detoks
Banyak masyarakat yang percaya bahwa diet detoks dapat membantu mengeluarkan seluruh racun dari dalam tubuh. Padahal, sebenarnya di dalam tubuh sendiri sudah dilengkapi organ yang berfungsi untuk mengeluarkan racun dari dalam tubuh secara sempurna. Diet detoks baru diperlukan jika memang baru saja mengalami keracunan. Namun, dalam kondisi biasa, diet ini sangat tidak diperlukan. Hati dan ginjal merupakan organ pemberian Tuhan yang lebih ampuh dalam menyaring zat racun dalam tubuh.
3. Melakukan Terapi Ear Candle
Untuk membersihkan telinga dan mengobatasi infeksi dalam telinga, banyak masyarakat yang menggunakan terapi ear candle. Terapi ini dilakukan dengan cara meletakkan lilin di atas telinga dan disaring dengan kertas tertentu. Padahal, setelah dikaji dengan seksama, cara seperti ini tidak terlalu efektif. Justru terapi ini bisa membuat kotoran semakin masuk ke dalam dan cukup membahayakan karena dapat membakar rambut maupun wajah.
4. Menggunakan Pelapis Toilet
Bagi sebagian masyarakat sangat percaya bahwa menggunakan pelapis toilet saat membuang air kecil atau besar di tempat umum dapat menjaga diri dari penyakit kulit menular seperti herpes. Padahal kenyataannya, tidak demikian. Perlu diketahui, tubuh Anda sudah otomatis dapat melawan semua virus dan mikroba yang terdapat pada toilet. Selain itu, virus herpes dan HIV tidak akan bertahan dalam suhu ruangan. Keduanya hanya hidup di dalam tubuh manusia, jadi tidak akan menulari Anda.
5. Menahan Nafas saat Orang Lain Batuk atau Bersin
Pada saat seseorang bersin atau batuk tanpa ditutupi, akan banyak bakteri dari mulutnya yang menyembur keluar dengan kecepatan hingga 200 meter per jam. Orang yang berada di sekitar orang tersebut sudah pasti akan terpapar bakteri tersebut. Banyak orang yang kemudian mengantisipasinya dengan menahan nafas. Harapannya, tidak akan ada bakteri yang masuk ke rongga hidungnya. Padahal, anggapan tersebut jelas salah. Sebab, gerak antisipasi Anda dalam menahan nafas masih kalah dengan gerak luncur bakteri. Ini artinya, bakteri sudah masuk ke dalam rongga hidung Anda. Jika pada kondisi ini Anda menahan nafas, justru membuat bakteri bersemayam lebih lama di dalam rongga hidung dan memberi kesempatan baginya untuk masuk lebih dalam lagi. Tetap bernafas biasa sambil menjauhi orang tersebut justru bisa membuat bakteri kembali keluar.
Itulah beberapa anjuran yang tidak perlu Anda percayai seratus persen. Jadikan anjuran tersebut sebagai mitos-mitos kesehatan belaka.
Comments
Post a Comment